Tiba-tiba
Tet….tet….tet…….
Suara
bel dikamarku membangunkan aku dari tidur ku. Tak terasa aku sudah berada di
rumah setelah sekian lama aku di asrama.
“selamat pagi dunia!!!!”
ucapku saat membuka jendela kamarku.
Nama ku adalah Alex,
pemuda tampan berusia 17 tahun, ganteng, manis, pintar, setia, playboy, tapi
tetap disenangi banyak wanita. Sebenarnya aku setia, tapi kalau kekasih ku ngak
serius, aku berubah.
Hari
ini adalah hari yang mengembirakan bagiku. Setelah semalam sebelumnya aku
menyiapkan segala sesuatu, pagi ini juga aku akan perjalanan dari Palembang
menuju ke Lubuklinggau. Senang hatiku karena akan berjumpa dengan keluargaku,
tapi juga sedih karena meninggalkan pacarku.
Tut….tut….
Dari
kejauhan kudengar klakson kereta api berbunyi yang menandakan aku sesaat lagi
tiba di stasiun kertapati. Tak ada kesibukan lagi, aku pun langsung memasuki
gerbong kereta. Untungnya di stasiun sinyal hp ku penuh, jadinya aku punya
kesempatan untuk menelpon pacarku. Sedang asik bertelponan, suara informan
melalui speaker mengajak para penumpang untuk masuk ke gerbong masing-masing.
Tak lama kemudian kereta pu berangkat. Aku member kabar kepada keluargaku bahwa kereta yang aku
tumpangi telah berangkat.
Tut…tut….
Suara
klakson kereta yang panjang menandakan aku telah tiba di tempat tujuanku yaitu
Lubuklinggau. Setelah kurang lebih aku duduk selama 8 jam dikereta, akhirnya
tiba juga dan bisa meluruskan pinggang. Ketika aku turun, aku disambut oleh
banyak orang. Tapi tentunya mereka bukan penggemarku melainkan orang-orang yang
akan menjemput penumpang lainnya. Seluruh penjuru telah kuamati, dan akhirnya
aku melihat bapak ku. Senang rasanya bisa berjumpa.
Setelah
sejenak mengobrol, aku langsung pulang bersama bapak. Perjalanan jauh pun
kembali aku tempuh. Sekitar 2 jam perjalanan dari stasiun menuju rumah. Setelah
sampai, aku tak sempat beristirahat karena diajak bapak untuk menonton kuda
lumping, dan kebetulan adik ku yang bermain. Namun, tak lama kemudian aku
mengantuk dan pulang.
Tujuan
utama ku kesini adalah untuk bertemu dengan keluargaku dan melepas rindu. Tapi,
keadaan berkata lain. Aku menemukan sebuah cinta disini. Entah apa yang
terlintas di dalam benakku, sehingga aku melupakan pacarku. Aku seperti
terhipnotis oleh keadaan disini, yang membuatku mampu untuk melupakan
segalanya. Aneh.
Moo…. Mbek……
Kicauan
sapi dan siulan kambing membangunkan aku dari tidur lelap ku. Segar dan dingin
yang kurasakan di pagi hari ini. Tidak terasa ternyata aku sudah ada di sini,
tempat yang hampir 2 tahun lebih tidak kusambangi. Hijaunya pohon-phon dan
tanaman yang ada disekitar rumah membuat mataku jadi fresh.
Disini
aku mengerti segala sesuatu. Disini aku belajar untuk hidup sederhana. Aku
belajar nderes karet, ngarit rumput, memotong kayu bakar dan
memasak. Sungguh sulit hidup menjadi orang sederhana itu.
Tak
terasa satu minggu telah berlalu semenjak kedatanganku. Aku harus pulang ke
Palembang. Tetapi aku memiliki peristiwa sebelum pulang. Aku berkenalan dengan
seorang wanita cantik nan manis. Nama nya Deva, anak kelas 3 SMP yang kebetulan
satu sekolah dengan adikku. Karena hal tersebut, aku menunda kepulangan hingga
5 hari kedepan.
Sebenarnya
aku sudah suka dengan dia sejak pertama melihat dia, tapi aku baru kenalan
beberapa hari kemudian. Aku berkenlan melalui via SMS. Lalu keesokan harinya aku
memberanikan diri untuk menyapanya, meskipun aku malu. Selama 4 hari itu aku
lalui bersama dengan dia, hingga timbul perasaan saling mencintai satu sama
lain. Dalam hati aku bingung dengan pacarku di Palembang. Tapi mau bagaimana
lagi, hubungan kami juga sudah diujung tanduk. Lalu setelah tiba waktunya, aku
pulang ke Palembang. Berat rasanya untuk meninggalkannya. Tapi demi
panggilanku, aku harus meninggalkannya.
Di
Palembang aku selalu memikirkannya, dan membayangkan kejadian kemarin terulang
kembali. Tapi, semua hanya mimpi. Hanya lewat SMS kami berkomunikasi, dan
itupun ketika aku pulang saat ambulatio.
[1]
Sebulan
masih kangen, tapi bulan selanjutnya aku mulai bosan dan aku mencoba untuk
melupakannya. Hngga kini akupun berhasil untuk melupakannya. Karena aku ingat,
cinta tak harus memiliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar